Bintan, hasta-sastra.com - Sabtu, 23 Mei 2026, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HMPS HKI) melaksanakan kegiatan Seminar Keislaman yang bertempat di Laboratorium Ilmu Falak. Seminar ini mengusung tema penguatan keislaman dan literasi budaya melalui pantun sebagai media dakwah, pelestarian nilai moral Islami, serta sarana penyampaian pesan keagamaan tradisional yang efektif di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pemateri ahli, jajaran panitia pelaksana, pengurus internal HMPS HKI, serta masing-masing dua orang delegasi resmi dari seluruh HMPS yang berada di lingkungan kampus. Selain itu, seminar juga dihadiri oleh perwakilan Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), serta Ketua Umum HMPS HKI yang turut memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia menyampaikan laporan kesiapan pelaksanaan kegiatan, memperkenalkan profil singkat pemateri, menyebutkan jumlah delegasi yang hadir, serta menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan peserta seminar yang telah berpartisipasi.
Ketua Umum HMPS HKI dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai hukum Islam dengan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pantun sejak dahulu telah digunakan oleh para ulama Nusantara sebagai media dakwah yang santun, mudah diterima masyarakat, serta sarat akan pesan moral dan nilai keislaman.
Sementara itu, Ketua DEMA mengapresiasi tema seminar yang dinilai unik dan kreatif. Ia berharap mahasiswa masa kini mampu lebih inovatif dalam menyampaikan syiar Islam melalui seni dan budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua SEMA sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga identitas budaya bangsa yang bernapaskan Islam. Ia juga berharap seluruh delegasi dapat menyerap ilmu mengenai pembuatan pantun Islami dengan baik dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan seminar diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu wajib, serta penyampaian kata sambutan. Acara inti kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai sejarah, struktur, dan fungsi pantun dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman. Selain itu, peserta juga mengikuti sesi praktik dan demonstrasi pembuatan pantun Islami yang berlangsung secara interaktif, disertai diskusi dan tanya jawab bersama pemateri.
Pada akhir kegiatan, panitia menyerahkan sertifikat dan plakat penghargaan kepada pemateri. Acara kemudian ditutup dengan pembacaan doa serta sesi foto bersama seluruh delegasi dan peserta yang hadir.
Melalui seminar ini, HMPS HKI berharap mahasiswa mampu melestarikan budaya Islami melalui pantun sebagai tradisi lisan yang kaya akan nilai moral, etika, dan ajaran agama. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pengembangan inovasi media dakwah yang kreatif, menarik, dan aplikatif diera modern.



Posting Komentar