Bintan, hasta-sastra.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi Syariah (HMPS AKSy) menggelar Workshop Perbendaharaan bertema “Strategi Pengelolaan Arus Kas: Memastikan Keberlanjutan Program Melalui Dana yang Terukur” pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Dosen dan dihadiri oleh pengurus organisasi mahasiswa serta perwakilan lembaga kemahasiswaan.
Workshop ini turut dihadiri oleh Ketua Panitia Rana Mariyah, Ketua Umum HMPS AKSy Fachry Dwi Satria, perwakilan DEMA Salman Alfarisi, perwakilan SEMA Asril, serta dua narasumber, yakni Rama Maghfira dan Rizqy Rahmadhaniati. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus organisasi, khususnya bendahara, dalam mengelola keuangan organisasi secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa bendahara memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi melalui pengelolaan keuangan yang amanah dan bertanggung jawab. Tugas bendahara meliputi pencatatan transaksi pemasukan dan pengeluaran secara akurat, penyusunan laporan keuangan berkala, hingga keterlibatan dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) kegiatan. Selain itu, dijelaskan pula prinsip-prinsip utama dalam pengelolaan keuangan organisasi, seperti transparansi, akuntabilitas, efisiensi, efektivitas, serta kepatuhan terhadap aturan organisasi dan prinsip syariah. Narasumber juga memaparkan administrasi keuangan yang wajib dimiliki organisasi, antara lain Buku Kas Umum, bukti transaksi, RAB, dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang harus diselesaikan maksimal tujuh hari setelah kegiatan berlangsung.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai mekanisme pencairan dan pertanggungjawaban dana kegiatan. Proses tersebut dimulai dari pengajuan RAB, verifikasi bendahara, persetujuan pimpinan, pencairan dana, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan LPJ yang dilengkapi bukti transaksi sah.
Salah satu delegasi peserta menyampaikan bahwa seorang bendahara harus memiliki prinsip yang kuat agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ia juga menambahkan bahwa pengurus organisasi perlu bersama-sama membenahi sistem pengelolaan keuangan dari kepengurusan sebelumnya agar lebih tertata, transparan, dan akuntabel.
Melalui workshop ini, diharapkan adanya tindak lanjut berupa pendampingan penyusunan LPJ, pelatihan digitalisasi pencatatan keuangan, penyediaan template baku Buku Kas, RAB, dan LPJ, serta pembentukan forum komunikasi antar bendahara. Kegiatan serupa juga diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala guna meningkatkan kapasitas pengurus organisasi dalam pengelolaan keuangan yang profesional dan berkelanjutan.



Posting Komentar