Pada sesi pembelajaran di kelas, mahasiswa PAI menyampaikan materi tentang Al-Qur’an dan adab terhadap guru. Materi tersebut menekankan pentingnya membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta menjaga sikap hormat kepada pendidik sebagai bagian dari akhlak mulia.
Memasuki hari kedua hingga keempat, kegiatan pembelajaran diawali dengan tadarus Al-Qur’an bersama. Setelah itu, mahasiswa PAI melanjutkan penyampaian materi sesuai tema harian. Hari kedua membahas tentang thaharah, meliputi pengertian, jenis-jenis najis, dan tata cara bersuci yang benar. Hari ketiga membahas shalat jenazah, meliputi hukum, rukun, serta tata cara pelaksanaannya. Sementara itu, hari keempat diisi dengan materi tentang dzikir setelah shalat, mencakup bacaan serta keutamaannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi sarana praktik mengajar bagi mahasiswa sekaligus penguatan kompetensi pedagogik sebelum melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Para mahasiswa memandu pembelajaran secara langsung di kelas dengan suasana yang interaktif dan edukatif.
Pada hari kelima, Jumat (27/2), rangkaian kegiatan ditutup dengan khataman Al-Qur’an sebagai bentuk penguatan spiritual dan kebersamaan. Selanjutnya, ceramah penutup disampaikan oleh Siti Maheren, Lc., LL.M. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak para siswa untuk menjaga konsistensi ibadah dan akhlak selama Ramadhan serta menjadikan ilmu sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Acara diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.
Selama lima hari pelaksanaan, Pesantren Kilat di SMAN 1 Toapaya berlangsung tertib dan lancar serta mendapat respons positif dari pihak sekolah maupun peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak spiritual dan edukatif yang berkelanjutan bagi seluruh peserta.

.jpeg)
.jpeg)
Posting Komentar