Definition List

Responsive Advertisement

 

Bintan, hasta-sastra.com – English Education Student Association (EESA) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan webinar bertajuk “Replace or Reinforce? The Future of English in the AI Era” pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Abdurrahman Septiadi, M.Ed dan diikuti oleh mahasiswa yang ingin memahami peran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Webinar ini turut dihadiri oleh beberapa dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, yaitu Fadhila Yonata, M.Pd, Nanda Kristia Santoso, M.Pd, Luluk Fatimah, M.Pd, Irza Yuzulia, M.Pd, dan Sindy Artalita, M.Pd. Kehadiran para dosen tersebut menunjukkan dukungan terhadap kegiatan akademik mahasiswa serta pentingnya pembahasan mengenai perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI mulai memengaruhi cara belajar generasi saat ini, terutama generasi muda atau Gen Z. AI dinilai dapat menjadi alat yang sangat membantu dalam proses belajar, tetapi juga berpotensi menimbulkan ketergantungan jika digunakan secara berlebihan. Bahkan, ketika AI tidak tersedia, sebagian remaja dapat merasa gelisah karena sudah terbiasa mengandalkan teknologi tersebut untuk mencari informasi maupun menyelesaikan tugas. 

Di sisi lain, penggunaan AI memiliki banyak manfaat dalam dunia pengetahuan. AI dapat membantu pengguna mencari referensi, menambah sumber belajar, meningkatkan efisiensi waktu dalam mengerjakan tugas, serta mendorong produktivitas. Dengan bantuan AI, mahasiswa maupun pendidik dapat menemukan berbagai ide dan informasi dengan lebih cepat. Namun demikian, narasumber juga menyoroti beberapa dampak negatif dari penggunaan AI yang tidak bijak. Ketergantungan terhadap AI dapat memicu perilaku adiktif serta berpotensi mengurangi kemampuan berpikir kritis dan kreativitas. Selain itu, kebiasaan menggunakan AI juga dapat membuat seseorang menjadi kurang terdorong untuk membaca dan belajar secara mendalam. Tidak hanya itu, perkembangan AI juga dinilai dapat memengaruhi lapangan pekerjaan di masa depan. Di samping itu, informasi yang dihasilkan AI terkadang tidak selalu akurat sehingga pengguna perlu lebih teliti dalam memverifikasi sumber informasi.

Dalam sesi interaktif, narasumber memberikan dua contoh teks yang berbeda kepada peserta dan meminta mereka menebak mana teks yang dibuat oleh AI. Hasilnya, tidak sedikit peserta yang keliru dalam menentukan jawabannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa saat ini teks buatan AI semakin sulit dibedakan dengan tulisan manusia. Salah satu ciri yang sering ditemukan pada teks AI adalah penggunaan tanda tertentu seperti garis panjang (—) serta susunan kalimat yang terlihat sangat rapi atau terlalu sempurna. Meski demikian, narasumber menegaskan bahwa AI tidak selalu membawa dampak negatif. Dampak AI sangat bergantung pada bagaimana manusia memanfaatkannya. Dalam dunia pendidikan, misalnya, banyak guru yang mulai menggunakan AI untuk mencari ide pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih menarik dan inovatif. Ia juga menyampaikan bahwa “a teacher with AI will always be ahead of those who do not use AI”, yang berarti guru yang mampu memanfaatkan AI dengan bijak akan lebih maju dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya.

Melalui webinar ini, peserta diharapkan dapat memahami bahwa AI bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan teknologi yang perlu digunakan secara bijak dan seimbang. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI dapat menjadi alat yang mendukung proses pembelajaran serta perkembangan ilmu pengetahuan di masa depan.

Post a Comment

Carousel

Responsive Advertisement

Videos

Responsive Advertisement

Gallery