Bintan, hasta-sastra.com – Mahasiswa KIP Kuliah STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau mengikuti kegiatan pelatihan public speaking yang dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026, bertempat di Auditorium Razali Jaya. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam pengembangan kapasitas diri mahasiswa, khususnya dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepemimpinan.
Pelatihan tersebut dihadiri oleh Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., Pembina KIP Kuliah, Ketua Senat Mahasiswa, Muhammad Naim Furqan Adhina Putra, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa, Oky Mustofa, Ketua Umum HIMA KIP, Syaidina Ali, serta pemateri, Aisyah Jafri Idris, CPS.
Dalam pemaparannya, Aisyah Jafri Idris menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kepemimpinan. “Public speaking adalah leadership. Berbicara bukan hanya untuk tampil, tetapi untuk memimpin dan memengaruhi,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa kemampuan menyampaikan gagasan kepada audiens merupakan keterampilan penting yang dapat dimanfaatkan untuk menginformasikan, membujuk, menghibur, sekaligus memotivasi. Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar public speaking, seperti pentingnya rasa percaya diri, penggunaan gesture atau bahasa tubuh yang tepat, menjaga kontak mata (eye contact), serta memahami karakter audiens. Selain itu, peserta juga diajak mengenali berbagai tantangan umum yang sering dihadapi saat berbicara di depan umum, seperti rasa gugup, kurangnya penguasaan materi, minimnya kepercayaan diri, hingga trauma masa lalu.
Pemateri juga membahas gejala yang kerap muncul saat tampil di depan publik, seperti detak jantung yang meningkat, suara atau lutut gemetar, berkeringat, pusing, hingga lupa materi. Beberapa mitos turut diluruskan, di antaranya anggapan bahwa pembicara hebat terlahir karena bakat alami atau harus tampil sempurna tanpa kesalahan. Faktanya, public speaking adalah keterampilan yang dapat diasah melalui latihan yang konsisten, dan audiens pada dasarnya berharap pembicara dapat menyampaikan materi dengan baik.
Dalam sesi bertajuk “Dari Potensi ke Prestasi”, mahasiswa didorong untuk aktif melatih kemampuan berbicara melalui berbagai wadah, seperti berorganisasi, menjadi MC kampus, mengikuti lomba pidato atau debat, menjadi relawan dalam kegiatan kampus, hingga membuat konten edukatif. Transformasi diri menjadi pesan utama, yakni berani mencoba, aktif berbicara, serta membangun rasa percaya diri secara bertahap. Selain itu, dibahas pula teknik tambahan seperti menghindari penggunaan filler words, serta mengenali berbagai gaya berbicara MC, mulai dari formal dan inspiratif, formal dan elegan, hingga hangat dan humoris.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelatihan public speaking dapat menjadi wadah pembelajaran yang berkelanjutan bagi mahasiswa KIP Kuliah, khususnya angkatan 2025, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam dunia akademik maupun profesional.



Posting Komentar