Bintan, hasta-sastra.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sukses menggelar Seminar Mental Health bertajuk "Adulting Tanpa Anxiety: Bongkar Karakter Genetikmu untuk Atasi Overthinking & Burnout" di Auditorium UMRAH, Sabtu (20/6/2026).
Seminar ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan akademik dan kehidupan dewasa yang semakin kompleks. Ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi turut hadir mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut.
Menghadirkan dua narasumber, Dr. Nur Meity Sulistia Ayu, S.Kep., Ns., M.Kep. dan Juraina Hafizia Hukmi, M.Psi., Psikolog, seminar membahas pentingnya mengenali karakter diri sebagai langkah awal dalam mengatasi overthinking, burnout, serta berbagai tekanan psikologis yang sering dialami generasi muda. Tidak hanya menyajikan materi edukatif, panitia juga menyediakan layanan konseling gratis bagi peserta sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kesehatan mental mahasiswa. Program ini merupakan hasil kolaborasi BEM FKIP UMRAH bersama LDK STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dan LDK IAI Miftahul Ulum.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Umum FKIP UMRAH, Dr. Drs. Encik Abdul Hajar, M.M., perwakilan Mata Garuda Dr. Fadhil Yonata, M.Pd., Puji Lestari dari PUSPAGA, Ketua FSLDK Mirawanto, S.Pd., Ketua LDK STAIN Sultan Abdurrahman Umayrah, perwakilan LDK IAI Miftahul Ulum, Sekretaris KAMMI Muhammad Rizqi Al-Ghifaari Ashshiddieqy, S.Sos., serta para tamu undangan, organisasi mahasiswa, panitia, dan peserta.
Dalam sambutannya, Dr. Drs. Encik Abdul Hajar, M.M. menyampaikan bahwa mahasiswa saat ini menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memicu stres dan burnout. Ia berharap seminar ini dapat menjadi wadah edukasi sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa.
Ketua BEM FKIP UMRAH, Duta, mengatakan bahwa dunia perkuliahan menuntut mahasiswa untuk terus berprestasi sehingga sering kali mengabaikan kondisi psikologis. Menurutnya, memahami karakter diri menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu beradaptasi, tetap produktif, dan memiliki ketahanan mental yang baik.
Sementara itu, Ketua Panitia Ice Fitriyanti menegaskan bahwa seminar ini dirancang tidak hanya memberikan teori, tetapi juga solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Senada dengan itu, Ketua LDK Ar-Rahman STAIN Sultan Abdurrahman, Orieza, menyampaikan bahwa mengenali potensi diri merupakan bagian dari rasa syukur atas karunia yang diberikan Tuhan.
Seminar ini mendapat apresiasi dari berbagai peserta dan delegasi organisasi. Pelaksana Tugas Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Maysita Anggraini, menilai kegiatan tersebut sangat relevan dengan kondisi mahasiswa saat ini. "Kegiatannya sangat luar biasa karena relate dengan kehidupan mahasiswa. Meskipun ada sedikit kendala teknis, panitia mampu mengatasinya dengan baik. Materi yang disampaikan juga memberikan wawasan baru. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang peduli terhadap kesehatan mental mahasiswa," ujarnya.
Salah seorang peserta, Nabil Adly, juga mengaku memperoleh banyak manfaat dari seminar tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat dekat dengan realitas kehidupan mahasiswa sehingga mudah dipahami dan diterapkan.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap para peserta semakin mengenal dirinya sendiri, mampu mengelola emosi dan pikiran dengan lebih baik, serta menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesehatan mental yang kuat. Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan kampus yang lebih peduli terhadap isu kesehatan mental dan kesejahteraan mahasiswa.

.jpeg)
.jpeg)
Posting Komentar