Definition List

Responsive Advertisement

Bintan, hasta-sastra.com – Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut menghadiri pembukaan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Madrasah Ibtidaiyah (KKG MI) Kepulauan Riau. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 7 April 2026 di Auditorium Razali Jaya, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara KKG MI Kepulauan Riau, Kementerian Agama Kabupaten Bintan, dan Penerbit Mediatama, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan madrasah, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

Acara pembukaan dimulai pukul 08.00 WIB dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Bupati Bintan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Ketua DPRD Kabupaten Bintan, serta perwakilan dari Penerbit Mediatama. Selain itu, kehadiran ORMAWA STAIN SAR Kepri turut menambah semarak dan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Kegiatan pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme dari para peserta. Hal ini mencerminkan tingginya komitmen bersama dalam memajukan kualitas pendidikan madrasah di Kepulauan Riau.

Dalam sambutan panitia, disampaikan bahwa workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru dalam memahami serta mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta. Kurikulum ini menekankan pentingnya pembentukan karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kemanusiaan, spiritualitas, serta kerukunan dalam kehidupan sosial.

Panitia juga menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang utuh. Oleh karena itu, konsep ekoteologi turut diperkenalkan sebagai pendekatan dalam pembelajaran yang mengedepankan keselarasan dengan lingkungan dan prinsip keberlanjutan.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat memperdalam pemahaman serta saling berbagi pengalaman dalam menerapkan kurikulum yang lebih humanis dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Dengan demikian, diharapkan lahir inovasi pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan secara intelektual, tetapi juga membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan memiliki empati tinggi.

Post a Comment

Carousel

Responsive Advertisement

Videos

Responsive Advertisement

Gallery