Definition List

Responsive Advertisement

 

Bintan, hasta-sastra.com – Badan Kesenian Kampus (Basekam) memperingati Milad ke-12 dengan mengusung tema “Ramadan Momentum Hijrah, Milad Momentum Bebenah” pada Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di Auditorium Razali Jaya. Kegiatan ini berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan dihadiri oleh Pembina Basekam, Eko Riady, S.H., Ketua DEMA, Oky Mustofa, Ketua dan Wakil Ketua SEMA Naim Furqon Adhina Putra dan Deswita Maharani, Demisioner Ketua Basekam Periode 2025 Mar’atus Sholehah, para demisioner, pengurus Basekam 2026, serta seluruh anggota Basekam.

Ketua Panitia, Said Habibi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema milad tahun ini memiliki makna yang mendalam. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum hijrah, yakni berpindah menuju pribadi yang lebih baik serta menyebarkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, milad dimaknai sebagai momentum berbenah, menandakan bahwa Basekam terus bertumbuh, semakin solid, dan bergerak maju dalam memberikan kontribusi nyata di lingkungan kampus.

Perwakilan demisioner Kabid Sastra, Zahra Salsabila Putri, turut menyampaikan bahwa Milad ke-12 ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia organisasi, melainkan waktu untuk refleksi dan evaluasi. Ia berharap Basekam di usia yang semakin matang mampu memperkuat niat, membenahi sistem organisasi, serta terus memberikan dampak positif bagi anggota dan kemajuan kampus.

Dalam tanggapannya, Ketua DEMA, saudara Oky Mustofa, mengajak Basekam untuk terus melakukan hijrah intelektual dan spiritual melalui karya-karya yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga sarat nilai dan makna. Ia menegaskan bahwa milad bukanlah garis akhir sebuah perjalanan, melainkan titik koma untuk lompatan yang lebih besar. “Kita berbenah bukan karena lemah, tetapi karena ingin tumbuh. Kita berubah bukan karena terpaksa, tetapi karena sadar akan tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum SEMA, Naim Furqon Adhina Putra, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai tema yang diangkat merefleksikan dua dimensi penting, yakni transformasi spiritual individu melalui Ramadan dan evaluasi kelembagaan melalui momentum milad. Ia juga menyoroti berbagai penampilan seperti teater, gurindam, hadroh, dan tari yang tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan media ekspresi nilai, pelestarian tradisi, serta wujud sinergi antara dakwah, budaya, dan kreativitas mahasiswa.

Melalui peringatan Milad ke-12 ini, Basekam diharapkan tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan acara, tetapi juga mampu meninggalkan jejak kebersamaan dan semangat pembaruan. Semoga momentum ini menjadi pijakan yang semakin kokoh untuk perjalanan organisasi ke depan—semakin matang dalam langkah, luas dalam manfaat, dan istiqamah dalam pengabdian.

Post a Comment

Carousel

Responsive Advertisement

Videos

Responsive Advertisement

Gallery